www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cagub tahanan KPK menang di Maluku Utara

Posted by On 03.25

Cagub tahanan KPK menang di Maluku Utara

Calon Gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (2/7/2018).
Calon Gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (2/7/2018). | Hafidz Mubarak A. /Antara Foto

Sesuai dengan hasil hitung cepat pada saat hari pencoblosan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 27 Juni 2018 lalu, isu korupsi tak mempan pada suara masyarakat di Maluku Utara. Calon gubernur (cagub) Ahmad Hidayat Mus yang saat ini menjadi tahanan kasus korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi dinyatakan memenangi pilgub Maluku Utara.

KPUD Maluku Utara meneta pkan Ahmad dan pasangannya, Rivai Umar, sebagai pemenang di ibukota Sofifi, Sabtu (7/7/2018). Pasangan yang diusung Partai Golkar dan PPP itu menang dengan 176.993 suara.

Mereka mengalahkan pasangan calon petahana Abdul Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali (169.123 suara), Burhan Abdurahman-Ishak Djamaludin (143.416 suara), dan Muhammad Kasuba-Abdul Madjid Husen (65.202 suara).

Ahmad-Rivai menang di Pulau Morotai, Pulau Taliabu, Kepulauan Sula--daerah yang pernah dipimpin Ahmad, dan Halmahera Utara. Sementara Gani-Yasin unggul di Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Tidore Kepulauan. Adapun Burhan-Ishak juara di di Halmahera Timur dan Kota Ternate.

Sesuai aturan main, KPUD pun menanti selama tiga hari apabila ada kontestan yang tak setuju dengan penetapan perolehan suara. Menurut penjelasan Ketua KPU Provinsi Maluku Utara Syahrani Somadayo, bila tak ada gugatan maka KPUD Maluku Utara siap melakukan rapat pleno terbuka untuk menetapkan pasangan terpilih .

Sebaliknya, bila ada gugatan dan diterima Mahkamah Konstitusi (MK), maka tahapan pleno penetapan pasangan terpilih harus menunggu putusan MK. Apapun putusan MK nanti, KPUD Maluku Utara harus melaksanakannya.

Bagaimana bila ada tuduhan kecurangan atau pelanggaran? Syahrani menyatakan itu adalah ranah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Apabila ada paslon yang tidak puas dengan hasil perolehan ini, dalam waktu 3 hari setelah pleno penetapan suara bisa ajukan gugatan ke MK terhitung Sabtu 7 Juli 2018," katanya.

Apabila MK memutuskan Ahmad-Rivai tetap sah sebagai pasangan terpilih, KPUD Maluku Utara tetap akan merekomendasikannya ke Kementerian Dalam Negeri. Seorang tersangka kasus hukum yang memenangi pilkada akan tetap dilantik.

"Tersangka calon pilkada yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap, akan dilantik sesuai jadwal pelantikan yang telah ditentukan. Posisinya bisa berubah kalau sudah ada kekuatan hukum tetap," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulisnya pada Senin (2/7).

Jagoan PDIP siap ke MK

Penetapan pemenang pilgub Maluku Utara pun dipastikan mundur karena pasangan Abdul-Yasin sudah menyatakan siap menggugat ke MK. Safrudin Umahuk, juru bicara tim pemenangan pasangan Abdul-Yasin yang diusung PDIP dan PKPI, mengatakan hasil perolehan suara penetapan KPUD Maluku Utara ada indikasi pelanggaran di kabupaten.

"Kami meyakini ada dugaan pelanggaran di Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu yang terjadi secara sistematis dan masif," kata Dino, sapaan akrabnya, kepada Beritagar.id, Minggu (8/7).

Dino pun menjelaskan dasar rencana mereka untuk maju ke KPK. Selisih suara pasangan mereka dengan Ahmad-Rivai hanya hanya 7.870 atau di bawah 2 persen jumlah penduduk Provinsi Maluku Utara sebanyak 2 juta jiwa.

"Insya Allah Selasa (10/7), tim hukum akan mendaftar gugatan ke MK," pungkas Dino.

Sementara itu, dua pasangan lain siap mendukung pasangan terpilih. Mereka siap berkomitmen untuk mendukung pilkada damai seperti pernah ditunjukkan dengan tanda tangan pada 25 Juni 2018.

Adapun Ahmad Hidayat Mus ditahan KPK karena diduga melakukan pengadaan lahan fiktif di Kepulauan Sula. Ahmad yang menjadi calon gubernur paling kaya di Maluku Utara dicokok KPK pada Maret 2018.

Sumber: Berita Maluku Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »