www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Isu tersangka korupsi tak mempan di pilgub Maluku Utara

Posted by On 09.32

Isu tersangka korupsi tak mempan di pilgub Maluku Utara

Pasangan Ahmad Hidayat Mus (kiri) dan Rivai Umar (kanan) berjabat tangan saat menyambut kemenangan versi hitung cepat KPU untuk Maluku Utara, Jumat (29/6/2018).
Pasangan Ahmad Hidayat Mus (kiri) dan Rivai Umar (kanan) berjabat tangan saat menyambut kemenangan versi hitung cepat KPU untuk Maluku Utara, Jumat (29/6/2018). | Hairil Abdul Rahim /Beritagar.id

Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Maluku Utara (Malut) nomor urut 1, Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-RIVAI), menduduki suara terbanyak berdasarkan hitungan cepat versi KPU dalam pilkada 2018.

Ini artinya AHM-RIVAI melewati penghitungan sebelumnya. Pada perolehan suara real count KPU yang awal, p asangan nomor urut 3 Abdul Gani Kasuba dan M Al Yasin Ali (AGK YA) ada di urutan pertama.

Namun, berdasarkan hasil perolehan sementara real count KPU yang dilansir Jumat (29/6/2018) sore, pukul 06.00 WIT, memperlihatkan AHM-RIVAI yang diusung Partai Golkar dan PPP itu memperoleh 176.019 suara atau 31,94 persen.

Perolehan suara sementara versi hitungan cepat KPU ini menunjukkan bahwa isu penetapan AHM sebagai tersangka korupsi oleh KPK sebelum pilkada serentak pada 27 Juni lalu digelar ternyata tak ada pengaruhnya terhadap para pemegang hak suara.

Hasil real count KPU ini juga memperlihatkan posisi kedua diraih oleh pasangan AGK YA yang memperoleh 167.453 suara atau 30,89 persen. Selanjutnya ada pasangan nomor 2 Burhan Abdurahman dan Ishak Djamaludin (BUR JADI) yang meraih 143.151 suara atau 25,97 persen, dan posisi terakhir ditempati pasangan nomor 4 Muhammad Kasuba dan Abdul Madjid Husen (MK MAJU) dengan perolehan 64.498 suara atau 11.70 persen.

Perolehan s uara sementara versi hitungan cepat KPU Malut yang dimasukkan langsung ke situs KPU pusat berdasarkan data Model C1 KWK itu telah mencapai 99,49 persen, atau 2.126 TPS dari 2.138 TPS yang tersebar di Kabupaten/Kota di Malut. Ini artinya masih ada 12 suara di TPS yang belum memasukkan pindai data C1 ke KPU.

Komisioner KPU Malut Pudja Sutamat menjelaskan, perolehan suara sementara versi real count ini bukanlah hasil final. Data Model C1 KWK yang dimasukkan ke KPU itu dilakukan khusus sebagai penyebaran informasi kepada masyarakat untuk mengetahui hasil pilgub Malut secara cepat dan transparan.

“Karena hasilnya itu masih akan kita hitung secara manual sesuai penjadwalan. Yakni melalui pleno penetapan di tingkat provinsi pada 7-9 Juli 2018,” ujar Pudja.

Ucapan selamat untuk AHM RIVAI

Meski data hitungan cepat versi KPU itu belum final dan belum ada pleno penetapan pemenang pilgub Malut 2018, pasangan BUR JADI telah memberikan selamat.

Burhan menyampai kan langsung saat AHM RIVAI bertandang ke kediamannya di Ternate, Jumat (29/6) sore. AHM pun menyatakan kedatangannya hanya silaturahmi sesama calon gubernur.

Kedatangan AHM RIVAI pun disambut hangat oleh Burhan. Setelah cukup lama berbincang, Burhan pun mengapresiasi kinerja KPU Malut yang telah memberikan data rekapitulasi suara untuk dikonsumsi publik.

"(Hasil) itu adalah data real yang mana bisa sebagai acuan (KPU Malut) dalam membuat keputusan. Mari sama-sama membangun Malut yang lebih baik ke depannya,” kata Burhan usai menyambut AHM RIVAI.

Wali Kota Ternate nonaktif itu pun mengajak seluruh relawan dan simpatisan BUR JADI untuk mendukung dan menghargai hasil proses demokrasi yang telah berjalan baik.

Di sisi lain, pasangan AGK YA melalui juru bicara Dino Umahuk menyampaikan bahwa hasil real count KPU berdasarkan data formulir C1 itu ada kesalahan. Itu sebabnya kubu AGK YA meminta KPU untuk segera memperbaiki kesalahan pencatatan angka dan menge mbalikan perolehan suara para kandidat pada angka yang sebenarnya.

"Hal ini untuk menjaga marwah dan integritas KPU, menghilangkan prasangka, dan curiga di benak masyarakat serta menjaga proses demokrasi," kata Dino dalam rilis kepada Beritagar.id, Jumat (29/6) malam.

Menurut Dino, paslon AGK YA meminta semua pihak agar menahan diri, tidak bermain di air keruh, dan tidak mengambil kesempatan dengan cara-cara yang tidak bermartabat serta merusak demokrasi. Dino meminta semua pihak agar menahan diri agar situasi Malut tetap kondusif.

"Bahwa kini tahapan pilkada masih berlangsung, baik perhitungan suara maupun pleno di tingkat kecamatan. Mari kita kawal bersama agar semua proses tahapan pilkada dapat berjalan sesuai mekanisme, aturan, dan perundang-undangan," tambah Dino.

Menurut pengamatan Beritagar.id, setelah data real count KPU yang memperlihatkan perolehan suara sementara empat pasangan pilgub Malut, situs KPU tak bisa diakses. Padahal masih ada data dari 12 TPS yang belum masuk.

Menurut Komisioner KPU Malut, Kasman Tan, portal KPU mengalami peretasan oleh pihak luar. Itu sebabnya KPU untuk sementara menghentikan publikasi rekapitulasi hasil suara sementara pilgub Malut 2018 versi real count.

"Kami meminta maaf belum bisa menyiarkan hasil perolehan sementara karena portal kami kena retas. Karena diretas, perolehan suara jadi tidak stabil atau berubah-ubah. Kalaupun mau tahu hasil sementara, silakan buka portal KPU pusat," kata Kasman kepada awak media di depan Kantor KPU Malut, di Ternate.

Namun Kasman menjelaskan bahwa hasil real count yang dipublikasikan hingga Jumat 29 Juni, pukul 19.00 WIT itu bersifat final. Hal itu lantaran rekapitulasi formulir C1 sudah rampung dari 10 Kabupaten/Kota wilayah di Malut. "Yang tersisa 12 TPS, yakni 7 TPS di Halmahera Selatan dan 5 TPS di Halmahera Utara," sambung Kasman.

Divisi Hukum KPU Malut Buchari Mahmud menambahkan, bahwa prose s yang akan dilakukan waktu dekat ini ialah tahapan dan jadwal rekapitulasi tingkat kecamatan. Periodenya adalah 28 Juni hingga 4 Juli 2018. Kemudian pada 4 hingga 6 Juli 2018 adalah rekapitulasi tingkat kabupaten kota, dan terakhir pleno di tingkat provinsi pada 7-9 Juli 2018.

"Karena tinggal 12 TPS, jadi real count malam ini sudah selesai. Kalau di Halmahera Selatan, surat suaranya sudah di dalam kotak, tinggal pleno tingkat PPK dan kemudian kita rekapitulasi sesuai prosedur yang ada," katanya.

Sumber: Berita Maluku Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »