www.AlvinAdam.com

Berita 24 Maluku Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Masih Musim Pancaroba, Waspadai Angin Puting Beliung di ...

Posted by On 01.20

Masih Musim Pancaroba, Waspadai Angin Puting Beliung di ...

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengatakan saat ini sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Meski begitu, masih ada beberapa daerah yang mengalami masa transisi, yakni dari musim penghujan ke musim kemarau.

Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R Prabowo berkata, masyarakat yang tinggal di daerah masih mengalami masa transisi akan merasakan perubahan cuaca tak menentu dari pagi hingga malam hari.

Perubahan cuaca ini sangat mungkin menyebabkan cuaca ekstrem, salah satunya angin putih beliung seperti yang terjadi di wilayah Yogyakarta dan Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (24/4/2018).

Baca juga : Cuaca Ekstrem Masih Bisa Terjadi pada Masa Pancaroba, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Mulyono menjelaskan, angin puting beliung biasanya terjadi karena adanya angin kuat. "Pada kondisi transisi , cuaca cenderung panas atau terik dari pagi menjelang siang, kemudian saat siang sampai sore pertumbuhan awan cukup kuat. ( Angin puting beliung) diawali dengan hembusan angin kuat atau puting beliung disusul dengan hujan berintensitas tinggi namun durasinya pendek," kata Mulyono kepada Kompas.com melalui pesan teks, Rabu (25/4/2018).

Ia melanjutkan, angin kuat umumnya terjadi di daerah transisi dari daerah padat bangunan dengan daerah padat tutupan hijau. Pada dua daerah tersebut, dapat menimbulkan perbedaan suhu cukup tinggi yang menyebabkan angin puting beliung.

Mengingat saat ini potensi hujan lebat disertai hembusan angin kencang masih tinggi, Mulyono menghimbau pada semua masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang mungkin terjadi.

" Hujan yang terjadi seminggu terakhir diakibatkan oleh adanya aktifitas cuaca yang tumbuh di Samudera Hindia. Aktifitas cuaca ini bergerak merambat ke arah timur dan melintas wilayah Indonesia mengakib atkan terbentuknya sirkulasi angin dengan pertumbuhan awan yang berakibat menimbulkan hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia," jelas Mulyono.

BMKG meramalkan, potensi hujan lebat dan angin kencang masih akan terjadi hingga Jumat (27/4/2018) di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Baca juga : BMKG: Angin Puting Beliung di Yogyakarta Terjadi karena Masuk Musim Pancaroba

Mulyono berkata Pancaroba juga akan memicu gelombang laut setinggi dua sampai empat meter akan terjadi di perairan barat Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat pulau Simeulue hingga barat kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu-Enggano, perairan barat Lampung.

Selain perairan Sumatera, perairan di Jawa hingga perairan Sumba juga akan mengalami hal serupa. Mulyono berkata mulai dari Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa-Sumbawa, selat Bali, selat Lombok-selat Alas bagian selatan, dan perairan Pulau Sumba-Pulau Sawu.


Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Masih Bisa Terjadi pada Masa Pancaroba, BMKG Minta Masyarakat Waspada

BMKG: Angin Puting Beliung di Yogyakarta Terjadi karena Masuk Musim Pancaroba

Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir dan Longsor

Heboh Isu Gelombang Panas Ancam Indonesia, BMKG Beri Penjelasan

Siklon Tropis Marcus Menjauh, BMKG Imbau Tetap Waspadai Cuaca Buruk

Terkini Lainnya

BMKG: Aktifnya Aliran Massa Udara Basah Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia

BMK G: Aktifnya Aliran Massa Udara Basah Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia

Fenomena 26/04/2018, 12:57 WIB Salah Posisi Duduk, Awas Bahaya Varises Mengancam

Salah Posisi Duduk, Awas Bahaya Varises Mengancam

Oh Begitu 26/04/2018, 12:32 WIB Kisah dari Desa Pengudang, Selamatkan Ikon Bintan dengan Menjaga Lamun

Kisah dari Desa Pengudang, Selamatkan Ikon Bintan dengan Menjaga Lamun

Kita 26/04/2018, 11:33 WIB Ini Makanan yang Dikonsumsi Orang Eropa Abad Pertengahan

Ini Makanan yang Dikonsumsi Orang Ero pa Abad Pertengahan

Oh Begitu 26/04/2018, 10:45 WIB Ilmuwan India Temukan Cara Lihat Lubang Cacing dengan Teleskop

Ilmuwan India Temukan Cara Lihat Lubang Cacing dengan Teleskop

Oh Begitu 25/04/2018, 21:07 WIB Semut Heroik, Ledakan Diri untuk Lindungi Koloninya

Semut Heroik, Ledakan Diri untuk Lindungi Koloninya

Oh Begitu 25/04/2018, 20:33 WIB Orang Papua Niugini Bikin Belati dari Tulang Manusia, Mengapa?

Orang Papua Niugini Bikin Belati dari Tulang Manusia, Mengapa?

Fenomena 25/04/2018, 20:01 WIB Ingin Punya Mental Sehat? Konsumsi Buah dan Sayur Mentah!

Ingin Punya Mental Sehat? Konsumsi Buah dan Sayur Mentah!

Kita 25/04/2018, 19:05 WIB Masih Musim Pancaroba, Waspadai Angin Puting Beliung di Indonesia

Masih Musim Pancaroba, Waspadai Angin Puting Beliung di Indonesia

Fenomena 25/04/2018, 18:31 WIB Terobosan Baru, Sepatu Kets dari Daur Ulang Permen Karet

Terobosan Baru, Sepatu Kets dari Daur Ulang Permen Karet

Oh Begitu 25/04/2018, 18:02 WIB Beruang Kutub Pertama yang Lahir di Area Tropis Disuntik Mati Hari Ini

Beruang Kutub Pertama yang Lahir di Area Tropis Disuntik Mati Hari Ini

Fenomena 25/04/2018, 17:35 WIB Peneliti Ungkap Alasan Kondisi Langka Tulang 'Meleleh' Seperti Lilin

Peneliti Ungkap Alasan Kondisi Langka Tulang "Meleleh" Seperti Lilin

Oh Begitu 25/04/2018, 17:00 WIB Sawit Berkelanjutan, Kuncinya Sains dan Teknologi

Sawit Berkelanjutan, Kuncinya Sains dan Teknologi

Oh Begitu 25/04/2018, 16:27 WIB Para Ahli Kembangkan Perawatan Radioterapi Baru untuk Kanker Prostat

Para Ahli Kembangkan Perawatan Radioterapi Baru untuk Kanker Prostat

Kita 25/04/2018, 12:30 WIB Orang Karibia Dikenal sebagai Kanibal Buas, Ternyata Hanya Mitos

Orang Karibia Dikenal sebagai Kanibal Buas, Ternyata Hanya Mitos

Fenomena 25/04/2018, 11:19 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Malut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »