www.AlvinAdam.com

Berita 24 Maluku Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Selain Gunung Agung, gunung berapi mana lagi yang harus ...

Posted by On 22.54

Selain Gunung Agung, gunung berapi mana lagi yang harus ...

]]> Selain Gunung Agung, gunung berapi mana lagi yang harus diwaspadai?

gunung agungHak atas foto Reuters
Image caption Gunung Agung dalam sta tus awas sejak 27 November 2017.

Tantangan para vulkanolog yang mengamati Gunung Agung dan gunung-gunung api Indonesia selama 24 jam adalah "tidak terlewati" dalam memberikan masukan soal daerah bahaya."

Saat ini yang masuk dalam kategori awas adalah Gunung Agung dan juga Gunung Sinabung di Sumatra Utara, sementara 18 gunung api lain yang tersebar di seluruh Indonesia dalam status waspada.

Gunung Agung masuk status awas sejak 27 November sementara Gunung Sinabung sejak Juni 2015 dan masih belum jelas kapan gunung ini akan menurun atau meningkat aktivitasnya.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian ESDM, I Gede Suantika mengatakan dengan adanya 127 gunung api di Indonesia, "Statistiknya hampir setiap hari ada gempa di Indonesia."

  • Letusan Gunung Agung: Ketika Bali 'tiba-tiba' gelap pa da 1963
  • Mengapa ada warna kemerahan di abu Gunung Agung yang 'mencapai' 3.000 meter?
  • Letusan Gunung Agung 'tidak akan sedahsyat' letusan 1963, tetapi erupsi besar 'akan terus terjadi'

Tantangan terbesarnya kata Suantika adalah memastikan zona bahaya.

"Kalau sinyal letusan mulai bermunculan secara drastis. Apakah kita sudah memberikan masukan daerah bahaya sudah pas atau jangan-jangan terlalu kepedean kita... lalu tiba-tiba terlewati," kata Suantika kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.

Lokasi Indonesia terletak di jalur gunung api "Ring of Fire" yang melintas dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur (minus Pulau Timor), Pulau Banda dan sekitarnya, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Kepulauaan Sangir-Talaud." kata Suantika.

Inilah sejumlah fakta yang perlu Anda ketahui terkait gunung-gunung api di Indonesia.

Rekaman gempa pada Gunung Agung dan gunung lain

Hak atas foto Magma Indonesia/PVMBG
Image caption Pemantauan gunung api-gunung api di Indonesia dari timur ke barat.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, yang berkantor di Bandung, terjadi 28 gempa vulkanik, termasuk enam gempa vulkanik dalam yang terekam akibat Gunung Agung.

Sementara itu catatan PVMB pada Jumat (01/12) menunjukkan gempa pada 18 gunung lain yang dalam posisi "waspada" termasuk Gunung Ibu di Halmahera dengan 103 kali gempa, Gunung Ili Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan 62 kali gempa.

Para vulkanolog Indonesia memantau "69 gunung secara terus menerus selama 24 jam".

PVMBG membagi 127 gu nung api di Indonesia atas tiga kategori, yang pertama 69 gunung yang aktif dan meletus paling tidak satu kali sejak tahun 1600. Kategori kedua adalah yang aktif namun tak meletus sejak abad 16 dan yang ketiga adalah aktif di bagian fumarol atau lubang di dalam kerak Bumi yang terdapat di sekitar gunung berapi. Gunung Agung termasuk dalam kategori pertama.

Kapan harus evakuasi?

Hak atas foto AFP
Image caption Gunung Sinabung dalam status awas sejak Juni 2015.

Pada bulan Oktober lalu, kondisi Gunung Agung sempat dinaikkan menjadi awas dan ribuan orang dievakuasi. Keputusan itu diambil berdasarkan letusan terakhir pada 1963 yang didahului dengan dua kali gempa dan menyebabkan letusan abu dalam empat minggu.

Dan kondisi terakhir pada akhir November lalu menunjukkan magma yang memanas dan mulai mengalir pada tanggal 25 November.

Tetapi letusan gunung api sulit ditebak. Sinabung misalnya, meletus tiba-tiba pada 2010 dan kemudian pada 2013 dan 2016 setelah tak aktif ratusan tahun.

Ribuan orang harus diungsikan secara permanen karena sampai saat ini masih dalam kondisi awas.

Suantika mengatakan dalam sejumlah kasus, pada status waspada, penduduk juga perlu diungsikan.

Dari status di atas normal ini sendiri, ada kemungkinan kondisi waspada juga sudah perlu diungsikan, kata Suantika.

"Kadang-kadang saat status siaga juga ada pengungsian tergantung pemukiman yang ada. Misalnya ditetapkan siaga dalam radius enam kilometer, ternyata banyak pemukiman sehingga status siaga ini (penduduk) harus mengungsi," tambahnya.

Saat Gunung Merapi meletus pada Oktober 2010, Badan National Penanggulangan Bencana atau BNPB berhasil mengungsikan 3 50.000 orang sebelum letusan terjadi pada tanggal 25 Oktober saat itu.

Korban dapat diredam namun letusan menelan lebih dari 350 orang yang menolak mengungsi.

Radius zona bahaya

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga mengendarai motor di Karangasem, Bali dengan latar belakang Gunung Agung.

Untuk Gunung Agung, radius zona bahaya ditetapkan delapan kilometer, ditingkatkan dari sebelumnya enam kilometer.

"Kemungkinan bisa bertambah (zona bahaya) bila letusan bisa mengancam daerah-daerah pemukiman," kata Suantika.

Sementara untuk Gunung Sinabung, masyarakat diminta tak melakukan aktivitas pada sekitar jarak enam kilometer.

"Radius aman berbeda-beda karen a tipe letusan, bentuk gunung, dan juga karakter letusan, ada yang vertikal dan ada yang menyemprot ke samping," kata Sunatika.

"Ini terkait dengan reduksi korban jiwa untuk gunung api, kriteria peringatan dininya berbeda-beda," tambahnya.

Hak atas foto EPA
Image caption Petugas SAR di zona bahaya Gunung Agung.

Anggaran Indonesia untuk mengatasi bencana, termasuk erupsi gunung api sekitar Rp4 triliun rupiah.

Clive Oppenheimer dari Universitas Cambridge mengatakan amat banyak gunung api yang harus diamati dengan sumber daya terbatas.

"Badan (yang mengamati gunung api) sangat sediki sebarannya di seluruh Indonesia," kata Oppenheimer kepada the Economist.

< p>Penggunaan telepon seluler banyak membantu dalam peringatan letusan dan juga penggunaan berbagai teknologi seperti drone atau alat terbang tanpa awak.

Namun pengamatan para vulkanolog tetap merupakan kunci untuk menekan kemungkinan korban jiwa atas letusan gunung api di Indonesia.

Letusan terdasyat gunung api Indonesia

Letusan terdasyat gunung api di Indonesia adalah Gunung Tambora pada 1815 dan juga Krakatau pada 1883 dengan korban 36.000 orang.

Letusan Krakatau itu disebutkan sebagai yang paling dasyat sejauh ini. Gunung ini masih tercatat aktivitas vulkanisnya dan sebagian menyebabkan peringatan untuk para pilot menurut Smithsonian Institute, pusat penelitian di Amerika Serikat.

Image caption Gambar komputer Krakatau sebelum meletus.

Sementara Gunung Agung pernah meletus pada tahun 1843 dan kemudian pada 1963, dengan korban lebih dari 1.000 orang. Gas, batu dan abu yang dilepaskan setinggi 25 kilometer ke udara.

Gunung Sinabung, kembali aktif pada 2010 untuk pertama kalinya dalam 500 tahun. Gunung di Sumatra Utara ini sempat meletus lagi pada 2013 dan masih dalam kondisi awas sejak lebih dua tahun lalu.

Daftar gunung api yang masuk status waspada

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan empat kriteria gunung api, normal, waspada, siaga dan awas.

Gunung Agung dan Sinabung masuk dalam status awas dan inilah gunung-gunung yang masuk dalam status waspada seperti yang tercantum dalam situs PVMBG

  • Gunung Ili Lewotolok
  • Gunung Banda Api
  • Gunung Dempo
  • Gunung Bromo
  • Gunung Rinjani
  • Gunung Lokon
  • Gunung Soputan
  • Gunung Karangetang
  • Gunung Gamalama
  • Gunung Sangeangapi
  • Gun ung Rokatenda
  • Gunung Ibu
  • Gunung Gamkonora
  • Gunung Semeru
  • Gunung Anak Krakatau
  • Gunung Marapi
  • Gunung Dukono
  • Gunung Kerinci
Sumber: Google News | Berita 24 Malut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »