www.AlvinAdam.com

Berita 24 Maluku Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

7 Kode Korupsi di Tahun 2017: Dari Nama Hewan Sampai Juz Al ...

Posted by On 11.15

7 Kode Korupsi di Tahun 2017: Dari Nama Hewan Sampai Juz Al ...

7 Kode Korupsi di Tahun 2017: Dari Nama Hewan Sampai Juz Al-Quran Reporter:

M Yusuf Manurung

Editor:

Rina Widiastuti

Minggu, 31 Desember 2017 17:58 WIB
7 Kode Korupsi di Tahun 2017: Dari Nama Hewan Sampai Juz Al-Quran

Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono mengenakan rompi tahanan berjalan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/8) dini hari. KPK resmi melakukan penahanan terhadap Antonius Tonny Budiono bersama penyuap Komisaris PT Adhi Guna Keruktama Adiputra K urniawan atas kasus suap tender pemenangan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam laporan kinerja akhir 2017, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan 114 kegiatan penyelidikan, 118 penyidikan, dan 94 kegiatan penuntutan kasus korupsi, baik kasus baru maupun sisa penanganan perkara pada tahun sebelumnya. Dari seluruh kasus yang ditangani, tindak pidana korupsi yang paling banyak terjadi adalah penyuapan dengan 93 perkara, diikuti pengadaan barang/jasa 15 perkara, serta tindak pidana pencucian uang 5 perkara.

Data penanganan perkara berdasarkan tingkat jabatan, terdapat 43 perkara yang melibatkan pejabat eselon I hingga IV, 27 swasta, 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat/ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, serta 12 bupati/wali kota dan wakilnya. Dari kasus tersebut, 19 di antaranya merupakan hasil tangkap tangan.

Dari seluruh perkara yang ditangani KPK pada 2017, beberapa di antaranya menyimpan cerita unik terkait dengan kode-kode yang digunakan antarpelaku dalam komunikasi dan transaksi korupsi, dari nama-nama hewan sampai istilah agama. Berikut ini beberapa contohnya.

1. Kode “pengajian” dalam kasus suap hakim Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara

Kasus yang melibatkan anggota DPR, Aditya Anugrah Moha, sebagai pemberi suap dan hakim Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara, Sudiwardono, sebagai penerima suap menggunakan kode “pengajian” ketika berkomunikasi.

"Antara pemberi dan penerima (suap) yang sekarang sudah ditetapkan tersangka, mereka memakai istilah itu. Jadi, untuk bertemu, dikamuflase dengan ‘pengajian’," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu, 7 Oktober 2017.

Baca juga: Aditya Moha Ditahan KPK: Saya Berjuang Demi Ibu

KPK menangkap Aditya dan Sudiwardono melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada 6 Oktober 2017. KPK menduga terjadi penyerahan uang suap Sin$ 30 ribu dari Aditya kepada Sudiwardono di pintu darurat hotel. Dari operasi itu, KPK menyita uang Sin$64 ribu. Sin$ 53 ribu disita dari Sudiwardono dan Sin$ 11 ribu ditemukan di mobil Aditya.

2. Kode “sapi” dan “kambing” dalam kasus suap terhadap panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Tarmizi selaku panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Akhmad Zaini selaku pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection (PT ADI) menggunakan kata “sapi” untuk merujuk pada nilai ratusan juta rupiah dan "kambing" untuk merujuk pada puluhan juta dalam transaksi suap.

Baca: OTT Pengadilan Negeri Jakarta Selatan KPK: Suap Rp 300 Juta

KPK menetapkan keduanya sebagai tersangka pada 21 Agustus 2017. Akhmad diduga menyuap Tarmizi senilai Rp 425 juta agar pengadilan menghentikan kasus gugatan perkara perdata yang dilayan gkan EJFS Pte Ltd kepada PT ADI serta supaya pengadilan dapat menerima gugatan rekonvensi PT ADI.

3. Kode “undangan” dalam kasus suap pengesahan APBD Pemerintah Provinsi Jambi tahun 2018

Kasus suap pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jambi 2018 melibatkan Erwan Malik, pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi; Arfan, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Jambi; dan Saipudin, asisten daerah bidang III Pemprov Jambi sebagai tersangka pemberi suap serta Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Provinsi Jambi, Supriono, sebagai penerima suap. KPK menduga terjadi penyerahan uang sekitar Rp 400 juta dari Saipudin ke Supriono menggunakan kode "undangan".

Baca: KPK Ungkap Kronologi OTT Pejabat Pemprov dan Anggota DPRD Jambi

Keempatnya ditangkap melalui OTT pada 28 November 2017 di dua tempat, Jambi dan Jakarta. Suap diduga diberikan sebagai u ang ketok atau uang pelicin agar anggota DPRD memuluskan proses pengesahan APBD, yang resmi disahkan pada Senin, 27 November 2017, senilai Rp 4,5 triliun.

4. Kode “buku” dalam kasus suap terkait dengan pemberian opini WTP di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, 30 Agustus 2017, jaksa penuntut umum KPK mengungkap kode yang digunakan dalam pemberian suap kepada auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rochmadi Saptogiri. Salah satu yang ditunjukkan adalah percakapan via WhatsApp tertanggal 7 Februari 2017 antara Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan Inspektorat Kementerian Desa Jarot Budi Prabowo dengan Sekretaris Inspektur Jenderal Kementerian Desa Uled Nefo Indrahadi.

Baca: Sidang Suap BPK, Rochmadi Disebut Minta Mobil Harga Rp 700 Juta

Mereka menggunakan kode “buku” untuk menyebutkan uang yang akan diserahkan kepada Rochmadi. Rochmadi d iduga menerima suap dari pejabat Kementerian Desa untuk memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Kementerian Desa tahun 2016. Suap BPK Rp 240 juta yang diberikan itu berasal dari iuran sembilan unit kerja eselon 1 di Kementerian Desa.

5. Kode "Pak Y" atau "Bapak Kita" dalam kasus suap proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng, divonis bersalah karena memberikan uang kepada tiga anggota DPR, yakni Damayanti Wisnu Putranti (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Musa Zainuddin (Partai Kebangkitan Bangsa), dan Yudi Widiana Adia (Partai Keadilan Sejahtera). Dalam pemberian suap tersebut, jaksa menyebutkan adanya penggunaan kode "Pak Y" atau "Bapak Kita", yang dimaksudkan untuk Yudi Widiana.

Suap diberikan oleh Aseng agar para anggota DPR menyusun program aspirasi untuk pembangunan proyek di Maluku dan Maluku Utara. Nantinya, pengerjaan proyek itu akan dikerjakan perusahaan milik Aseng. Pada 31 Juli 2017, Aseng divonis hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan.

6. Kode “liqo dan “juz” dalam kasus suap proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Masih dalam suap PUPR, anggota DPR dari PKS, Yudi Widiana Adia, menggunakan kode “juz” dan “liqo” ketika berkomunikasi dengan Muhammad Kurniawan. Kurniawan merupakan perantara Yudi dengan So Kok Seng alias Aseng. “Liqo” digunakan untuk menjelaskan pertemuan dan “juz” menunjukkan jumlah uang. Dalam kasus tersebut, Yudi menerima empat “juz” dari Aseng, yang berarti Rp 4 miliar.

7. Kode “telor asin”, “sarung”, dan “kalender” dalam suap terkait dengan perizinan dan pengadaan proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang

Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adiputra Kurniawan, menggunakan istilah “sarung ”, “kalender”, dan “telor asin” ketika mengirimkan uang suap kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono.

Baca: Pengakuan Tonny Budiono Soal 30 Ransel Duit di Kamarnya

Adiputra diduga menyuap Tonny dengan mahar Rp 2,3 miliar untuk keperluan perizinan ‎pengerjaan proyek di Pelabuhan Tanjung Mas serta beberapa daerah lain, seperti Pelabuhan Pulau Pisau, Kalimantan Tengah; Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur; dan pengerukan di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur.

Adiputra dan Tonny ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK pada 24 Agustus 2017. Penetapan tersangka itu merupakan lanjutan dari OTT pada hari sebelumnya. Dalam operasi tersebut, penyidik menyita 33 tas berisi uang senilai Rp 18,9 miliar dan kartu anjungan tunai mandiri dengan saldo Rp 1,174 miliar.

Terkait
  • Tak Bisa Temui Setya Novanto, Fredrich Yunadi: KPK Mengisolasi

    Tak Bisa Temui Setya Novanto, Fredrich Yunadi: KPK Mengisolasi

    11 jam lalu
  • Setya Novanto Diperiksa di RSPAD, KPK: Tidak Ada Penyakit Baru

    Setya Novanto Diperiksa di RSPAD, KPK: Tidak Ada Penyakit Baru

    1 hari lalu
  • Pilkada Bogor, Ini Alasan Bima Arya Pilih Direktur KPK Jadi Wakil

    Pilkada Bogor, Ini Alasan Bima Arya Pilih Direktur KPK Jadi Wakil

    1 hari lalu
  • Diperiksa di RSCM, Dokter KPK Tetap Awasi Kesehatan Setya Novanto

    Diperiksa di RSCM, Dokter KPK Tetap Awasi Kesehatan Setya Novanto

    1 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Tunggu Tahun Baru, Jokowi Ajak Wisatawan Masuk Gedung Agung Yogya

    Tunggu Tahun Baru, Jokowi Ajak Wisatawan Masuk Gedung Agung Yogya

    2 jam lalu
  • 250 Polisi Syariah Cegah Perayaan Tahun    Baru di Kota Banda Aceh

    250 Polisi Syariah Cegah Perayaan Tahun Baru di Kota Banda Aceh

    4 jam lalu
  • Dilaporkan FPI ke Polisi, Ade Armando Bantah Serang Ulama

    Dilaporkan FPI ke Polisi, Ade Armando Bantah Serang Ulama

    4 jam lalu
  • Jokowi Jalan-Jalan di Malioboro Bersama Anak dan Cucu

    Jokowi Jalan-Jalan di Malioboro Bersama Anak dan Cucu

    6 jam lalu
  • Foto
  • Indahnya Senja Terakhir di Tahun 2017

    Indahnya Senja Terakhir di Tahun 2017

    3 jam lalu
  • Gaya Santai Jokowi dan Kaesang saat Jalan-jalan ke Malioboro

    Gaya Santai Jokowi dan Kaesang saat Jalan-jalan ke Malioboro

    6 jam lalu
  • Gaya Jokowi Blusukan ke Malioboro Bareng Keluarga

    Gaya Jokowi Blusukan ke Malioboro Bareng Keluarga

    17 jam lalu
  • Tamasya Trotoar Tanah Abang

    Tamasya Trotoar Tanah Abang

    2 hari lalu Video
  • Jokowi Jalan-Jalan di Malioboro Bersama Anak dan Cucu

    Jokowi Jalan-Jalan di Malioboro Bersama Anak dan Cucu

    6 jam lalu
  • Akhir Tahun, Menteri Enggartiasto Blusukan ke Pasar Beli Kerupuk

    Akhir Tahun, Menteri Enggartiasto Blusukan ke Pasar Beli Kerupuk

    12 jam lalu
  • Ini Hasil Pertemuan Tertutup Menlu Retno dan Muhamadiyah

    Ini Hasil Pertemuan Tertutup Menlu Retno dan Muhamadiyah

    14 jam lalu
  • Mudik Tahun Baru, Truk Dilarang Melintas di Tol Cikampek

    Mudik Tahun Baru, Truk Dilarang Melintas di Tol Cikampek

    1 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Mayjen Doni Monardo Disebut Calon Kuat Pengganti Edy Rahmayadi

  • 2

    Edy Rahmayadi: Mayjen Doni Mordano itu Nomor Satu di Leting Saya

  • 3

    Panglima Kostrad Ideal Menurut Edy Rahmayadi

  • 4

    Jokowi Blusukan ke Malioboro Bersama Anak, Cucu, dan Mena ntu

  • 5

    Tak Bisa Temui Setya Novanto, Fredrich Yunadi: KPK Mengisolasi

  • Fokus
  • BNPT: Waspadai Serangan Teroris pada Malam Tahun Baru

    BNPT: Waspadai Serangan Teroris pada Malam Tahun Baru

  • Siapa yang Dikritik Sri Mulyani: Ahok atau Anies Baswedan?

    Siapa yang Dikritik Sri Mulyani: Ahok atau Anies Baswedan?

  • Penataan Pasar Tanah Abang, Polda Ungkap Dampak Lalu Lintasnya

    Penataan Pasar Tanah Abang, Polda Ungkap Dampak Lalu Lintasnya

  • Catatan Akhir Tahun ICW: DPR Penghambat Pemberantasan Korupsi

    Catatan Akhir Tahun ICW: DPR Penghambat Pemberantasan Korupsi

  • Terkini
  • Jadi Saksi Nikah Massal, Ini Kata Anies Baswedan

    Jadi Saksi Nik ah Massal, Ini Kata Anies Baswedan

    1 jam lalu
  • Aktivis Reformasi 98 Gelar Refleksi, Soroti Berbagai Masalah

    Aktivis Reformasi 98 Gelar Refleksi, Soroti Berbagai Masalah

    1 jam lalu
  • Malam Tahun Baru, Jokowi Santai Bareng Cucu di Gedung Agung

    Malam Tahun Baru, Jokowi Santai Bareng Cucu di Gedung Agung

    2 jam lalu
  • Tunggu Tahun Baru, Jokowi Ajak Wisatawan Masuk Gedung Agung Yogya

    Tunggu Tahun Baru, Jokowi Ajak Wisatawan Masuk Gedung Agung Yogya

    4 jam lalu
  • 250 Polisi Syariah Cegah Perayaan Tahun Baru di Kota Banda Aceh

    250 Polisi Syariah Cegah Perayaan Tahun Baru di Kota Banda Aceh

    4 jam lalu
  • Liburan Akhir Tahun, Dua Kali Jokowi ke Malioboro

    Liburan Akhir Tahun, Dua Kali Jokowi ke Malioboro

    6 jam lalu
  • Perludem Setuju Pemerintah Menaikkan Subsidi Dana Partai Politik

    Perludem Setuju Pemerintah Menaikkan Subsidi Dana Partai Politik

    7 jam lalu
  • 7 Kode Korupsi di Tahun 2017: Dari Nama Hewan Sampai Juz Al-Quran

    7 Kode Korupsi di Tahun 2017: Dari Nama Hewan Sampai Juz Al-Quran

    8 jam lalu
  • Dilaporkan FPI ke Polisi, Ade Armando Bantah Serang Ulama

    Dilaporkan FPI ke Polisi, Ade Armando Bantah Serang Ulama

    9 jam lalu
  • Kapolda: PNS di Kukar Ditangkap Densus 88 karena Simpan Senjata

    Kapolda: PNS di Kukar Ditangkap Densus 88 karena Simpan Senjata

    10 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Kaleidoskop 2017 Ratu Make Up Sejagat, Termasuk Kim Kardashian

    Semakin banyak selebriti, salah satunya Kim Kardashian, yang mengeluarkan produk make up sendiri, dan berhasil menghasilkan sampai triliun.

    Sumber: Google News | Berita 24 Malut

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »