www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Indonesia ekspor olahan ikan dan hasil laut ke AS senilai Rp 5,5 M

Posted by On 05.22

Indonesia ekspor olahan ikan dan hasil laut ke AS senilai Rp 5,5 M

Merdeka > Uang Indonesia ekspor olahan ikan dan hasil laut ke AS senilai Rp 5,5 M Kamis, 30 November 2017 15:04 Reporter : Siti Nur Azzura Cumi-cumi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Perum Perikanan Indonesia ekspor produk olahan ikan dan hasil laut ke Amerika Serikat (AS) sebanyak dua kontainer atau sekitar 35 ton senilai USD 410.000 atau Rp 5,5 miliar, yang te rdiri dari olahan cumi, ikan mahi-mahi, kakap dan kerapu.

"Pasar ekspor jadi salah satu pilihan kami, karena memang ada permintaan cukup besar. Khususnya untuk produk yang sudah berupa olahan dan ikan-ikan jenis premium," kata Direktur Usaha Perum Perindo Risyanto Suanda melalui keterangan resminya, Kamis (30/1).

Menurutnya, saat ini makin banyak pengusaha ikan internasional yang berminat untuk impor. Salah satunya perusahaan perikanan yang berpusat di Seattle, Amerika Serikat yang berminat untuk impor olahan ikan-ikan demersal seperti gulama, kuro, dan kakap putih. Sebelumnya juga datang pengusaha dari China yang berminat impor ikan layur 30 ribu ton.

"Minggu ini mitra Perindo di Sorong juga menyampaikan akan datang pengusaha dari Thailand yang juga siap impor rutin produk dari Perindo," imbuhnya.

Untuk itu, Perum Perindo bekerja sama dengan nelayan-nelayan dari pantai utara (Pantura) dengan jaminan pembelian ikan dari Perindo mak in banyak yang beroperasi di Laut Arafura. Sedangkan untuk proses olahan, Perum Perindo bekerjasama dengan beberapa perusahaan nasional ternama, seperti PT. Indoboga Jaya Makmur dan PT Kemilau Bintang Timur.

Selain olahan ikan demersal, Perum Perindo bersama mitra kerja juga rutin ekspor olahan ikan pelagis seperti tuna dan cakalang ke Jepang dan AS. Ikan-ikan itu berasal dari Maluku Utara dan Papua.

Pada 2016 lalu, pendapatan perusahaan dari perdagangan dan pengolahan ikan tercatat Rp 150 miliar. Tahun ini diperkirakan naik hampir tiga kali lipat, menjadi Rp 400 miliar lebih. Peningkatan pendapatan ini berdampak dengan tumbuhnya pendapatan perusahaan hampir tiga kali lipat. Yakni, dari Rp 225 miliar pada 2016, diproyeksikan akan tumbuh menjadi Rp 650 miliar pada akhir 2017. [azz]

Baca Juga:
Industri ikan hias Singapura terbesar di dunia, padahal bahan baku dari RIKetergantungan ekspor komoditas bikin perekonomi an daerah melemahIkan Kayu asal Sulut makin diminati warga JepangMendag Enggar pimpin delegasi misi dagang di Jepang, perluas pasar produk IndonesiaEkspor pakaian Bali meroket 23,70 persen di September 2017Menteri Amran buka rahasia Indonesia bebas paceklik yang jadi penyebab impor panganPengusaha mainan lokal diminta urus SNI agar tak kalah dari produk impor
Top ik berita Terkait:
  1. BUMN
  2. Ekspor Impor
  3. Perikanan
  4. Amerika Serikat
  5. Ekonomi Indonesia
  6. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Berita 24 Malut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »