www.AlvinAdam.com


Berita 24 Maluku Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Susah Mendunia jika Level Pariwisatanya Gak Level Dunia

Posted by On 11.35

Susah Mendunia jika Level Pariwisatanya Gak Level Dunia

Menpora Arief Yahya dalam acara Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2017 yang diadakan di Balairung Soesilo Sudarman, Kementerian Pariwisata, Senin (11/12). Foto: Kumaidi/Sumatera Ekspres

JAKARTA â€" Menteri Pariwisata Arief Yahya ingin mendorong pesona 10 destinasi prioritas sebagai Bali baru bisa berbicara di level dunia. Sekalipun butuh upaya keras untuk mewujudkannya. Mengingat, setiap destinasi wisata akan susah naik ke level dunia jika pariwisatanya tidak level dunia.

“Pariwisata yang level dunia itu ada pada 3 A-nya. Atraksinya harus level dunia, Aksesibilitasnya harus bisa direct flight, dan Amenita snya, harus kelas dunia juga” jelas Menpora Arief Yahya dalam sambutannya di Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2017 yang diadakan di Balairung Soesilo Sudarman, Kementerian Pariwisata, senin (11/12).

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Kemenpar sudah punya masterplan bagaimana mengembangkan 10 destinasi wisata Bali baru menjadi tujuan wisata kelas dunia. 10 destinasi wisata Bali baru itu seperti Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Kawasan Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Lombok), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Lanjut menteri asal Banyuwangi itu, Danau Toba batu akan siap go internsional pada 2019. Kini pihaknya sedang memikirkan atraksi level dunia di sana. Kans mendunia terbuka karena Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia. Untuk membantu bisa cepat go internasional pihaknya b utuh pengakuan dunia. Caranya, dengan mencantolkannya di UNESCO Global Geopark (UGG). Ini seperti yang dilakukan terhadap borobudur yang sudah diakui menjadi warisan budaya dunia. “Kalau di Mandalika, akan punya atraksi level dunia karena akan ada sirkuit MotoGP,” jelasnya.

Baca Juga : Belajar Incorporated dari Rekomendasi UNWTO soal Air Connectivity

Menpar Arief Yahya butuh media untuk menggali ide-ide segar memajukan pariwisata Indonesia. Sebagai bentuk terima kasih kepada media cetak, online, televisi, dan blogger, Menpar memberikan langsung penghargaan kepada jurnalis pemenang karena lomba tulis. Mempar didampingi Sesmen Kemenpar, Ukus Kuswara, Deputi BPDIP Dadang Rizky Ratman, dan Staf Khusus Bidang Komunikasi Noer Kardono. Kegiatan ini berlangsung sejak tahun 2003, dan mendapat sambutan yang sangat positif dari berbagai media cetak, media on-line, blogger dan stasiun TV. Acara dimeriahkan dengan penampilan grup band D’Massiv.

“Untuk saat ini total hadiahn ya Rp200 juta. Untuk 2018, hadiahnya naik menjadi Rp500 juta. Nanti yang best of the bestnya mendapatkan hadiah Rp100 juta. Temanya transformasi pariwisata dengan topik destinasi digital,” ucapnya. (kmd)

Berita Lainnya!

Halaltraveling, Halalkan Gaya Hidupmu Ladies Open Golf di Batam, Cara Pintar Mengga... Al Izhar Sukses Taklukkan Llangollen Internat... Artis Internasional Bakal Hebohkan Samosir In... Sumber: Google News | Berita 24 Malut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »