Memastikan Keamanan Ketersediaan Pangan Akhir Tahun

Memastikan Keamanan Ketersediaan Pangan Akhir Tahun Memastikan Keamanan Ketersediaan Pangan Akhir Tahun Oleh: Firdaus Baderi Kam...

Memastikan Keamanan Ketersediaan Pangan Akhir Tahun

Memastikan Keamanan Ketersediaan Pangan Akhir Tahun Oleh: Firdaus Baderi Kamis, 07/12/2017

Oleh: Muhammad Razi Rahman

Dahlia dan cempaka akhir-akhir ini tidak lagi teringat sebagai rangkaian bunga eksotik yang tersebar di berbagai daerah di bumi nusantara, tetapi menjadi nama-nama yang membuat warga mengingatnya sebagai badai siklon tropis.
Dampak yang ditimbulkan oleh siklon Cempaka dan Dahlia memang tidaklah kecil. BMKG mencatat bahwa Dahlia berdampak terhadap timbulhnya hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
Selain itu, efek lainnya adalah angin kencang hingga lebih dari 37 kilometer per jam, serta gelombang tinggi seperti di perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, Laut Jawa bagian tengah, perairan utara Jateng, kemudian gelombang empa t-enam meter di perairan selatan Banten hingga Jateng, serta gelombang enam-tujuh meter di Samudear Hindia selatan Jateng hingga Jatim.
Secara umum BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi genangan, banjir maupun longsor terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat dan rawan banjir serta longsor.
Dampak dari siklon yang terjadi beberapa dekade terakhir ini bukan terbatas pada bencana alam saja namun juga bisa mempengaruhi jalur logistik yang vital untuk menyebarkan kebutuhan pangan di berbagai daerah, terutama pada akhir tahun saat terjadi libur Natal hingga Tahun Baru 2018.
Oleh sebab itu tidak berlebihan bila Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Basarnas, kementerian/lembaga terkait, hingga pemda, untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrim, terutama pada produksi pangan.
Presiden di Jakarta, Sabtu (2/12), meyakinkan bahwa sampai sekarang belum ada masalah pad a gangguan pasokan produksi pangan namun hal itu harus tetap diantisipasi.
Jokowi juga menggarisbawahi pentingnya untuk menjaga jalur-jalur logistik agar tidak terputus akibat bencana sehingga ketersediaan pangan untuk rakyat juga terjaga.
Pemerintah juga memfokuskan perhatian di 13 provinsi untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang akhir tahun 2017 karena di wilayah ini diperkirakan akan terjadi peningkatan aktivitas perdagangan menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Jakarta, Selasa (28/11), mengatakan 13 wilayah tersebut yakni DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTB, NTT, Sumut, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Ia mengatakan untuk menjaga stabilitas harga sembako menjelang dan selama Natal 2017 hingga Tahun Baru 2018, Bareskrim mengadakan rapat koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga.
Menurut Kabareskrim, berdasarkan pantaua n Satgas Pangan, harga bahan pokok hingga saat ini cukup stabil.Meski demikian, menjelang Natal dan Tahun Baru, kenaikan harga sembako harus diantisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga sebagaimana yang terjadi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari rapat tersebut, diperoleh informasi bahwa ketersediaan bahan pokok menjelang akhir tahun secara keseluruhan masih cukup tersedia sehingga apabila terjadi lonjakan harga, berarti masalah yang terjadi kemungkinan pada di sektor distribusi.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengungkapkan, ada beberapa komoditas yang defisit seperti daging sapi dan kedelai, namun masih bisa dicukupi melalui produk impor.
Pastikan ketersediaan Ketersediaan pangan menjadi perhatian banyak pihak termasuk lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) yang memandang perlu pemerintah benar-benar memastikan ketersediaan daging sapi dengan harga terjangkau karena komoditas pangan itu memiliki banyak manfaat bagi gizi anak.
"Komoditas pangan yang satu ini memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai makanan yang mengandung banyak gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak," kata Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi.Menurut dia, harga daging sapi yang terus tinggi dapat membuat banyak keluarga yang tidak bisa mengonsumsinya.
Hal tersebut, lanjutnya, terindikasi dari harga komoditas yang satu ini tetap tidak bisa mencapai angka Rp80 ribu per kilogram, seperti yang sudah ditargetkan.
Ia mengatakan bahwa menu dengan bahan dasar daging sapi sudah umum di kalangan masyarakat Indonesia, terlihat bahwa olahan daging kerap menjadi olahan favorit keluarga Indonesia, terutama pada acara-acara istimewa seperti pada akhir tahun.
Untuk itu, ujar Hizkia, CIPS mendorong pemerintah untuk segera menghapuskan hambatan yang bersifat nontarif dalam perdagangan daging sapi di Tanah Air.
Menurut dia, belum tercukupinya kebutuhan pasar dalam negeri o leh peternak lokal sebaiknya disikapi dengan mengimpor daging sapi.
Dengan adanya impor, lanjutnya, harga daging sapi bisa turun dan dapat dijangkau oleh semua kalangan di Indonesia.
Ia juga menginginkan pemerintah lebih aktif melibatkan diri dalam perdagangan internasional, termasuk untuk daging sapi, karena akan makin banyak anak yang bisa mengonsumsi daging sapi kalau harganya terjangkau dan didukung juga oleh ketersediaan pasokan di pasaran.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penyelesaian isu ketahanan pangan di Indonesia memerlukan koordinasi antarkementerian dan juga antarpemerintah pusat dan daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
Koordinasi tersebut, menurut Menkeu, tidak hanya dilakukan oleh kementerian yang berkaitan dengan penyediaan pangan seperti Kementerian Pertanian serta KKP, tetapi juga membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemda.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam sejumlah kesempatan juga memastikan bahwa ketersediaan pangan terutama beras dalam kondisi aman menghadapi Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
Seusai rapat pembahasan pangan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (20/11), dipastikan bahwa stok beras aman sampai sekitar enam bulan ke depan, sedangkan pada Januari sudah mulai panen.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, menyebutkan stok beras saat ini mencapai 1,2 juta ton. Ia mengatakan jumlah stok tersebut cukup aman menghadapi akhir tahun.
Dengan kepastian tersebut, maka perlu pula dipastikan bahwa jalur-jalur logistik yang penting dalam distribusi atau penyebaran berbagai bahan pangan juga menjadi hal yang vital untuk selalu dijaga. (Ant.)

BERITA TERKAIT

  • Promosikan GNCP Kabupaten Sukabumi - Akhir Tahun Akan Digelar Paralayang Festival
  • Waspadai Kenaikan Harga Pangan
  • In dustri Butuh Strategi Ketersediaan Bahan Baku - Sektor Riil
  • Tahun Ini, Program P2RW Kota Sukabumi Rampung - 30% Belum Serahkan Pertanggungjawaban
  • Pertumbuhan Kredit Di Tahun Depan Stagnan
  • Stabilisasi Harga Pangan Diprioritaskan di 13 Provinsi

BERITA TERKAIT

Promosikan GNCP Kabupaten Sukabumi - Akhir Tahun Akan Digelar Paralayang Festival

Promosikan GNCP Kabupaten Sukabumi Akhir Tahun Akan Digelar Paralayang Festival NERACA Sukabumi - Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus promosikan kawasan…

Waspadai Kenaikan Harga Pangan

NERACA Jakarta â€" Menjelang akhir tahun dan juga memasuki musim penghujan, pemerintah perlu mewaspadai kenaikan harga…

Industri Butuh Strategi Ketersediaan Bahan Baku - Sektor Riil

NERACA Jakarta â€" Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani menyatakan, peran sektor industri harus terus…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Perubahan dan Pembangunan Papua Tertutupi Isu Negatif

Oleh : Dodik Prasetyo, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis (LSISI) Gejolak permasalahan Papua semakin hari semakin mendapat…

Paradigma Penyerapan Anggaran dan Kepatuhan Pajak

Oleh: Hepi Cahyadi, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Seperti biasa triwulan terakhir atau tepatnya bulan November dan Desember adalah bulan pembangunan.…

Memastikan Keamanan Ketersediaan Pangan Akhir Tahun

Oleh: Muhammad Razi Rahman Dahlia dan cempaka akhir-akhir ini tidak lagi teringat sebagai rangkaian bunga eksotik yang tersebar di berbagai…

Berita Terpopuler

OBOR Dalam Sudut Pandang Awam

Perubahan dan Pembangunan Papua Tertutupi Isu Negatif

Paradigma Penyerapan Anggaran dan Kepatuhan Pajak

Memastikan Keamanan Ketersediaan Pangan Akhir Tahun

Ketimpangan Kaya-Miskin

Pelayanan Publik Dinilai Masih Buruk - YLKI NILAI KENAIKAN TARIF TOL TIDAK ADIL

Bukalapak Berikan Kejutan Berkali-Kali - Dongkrak Transaksi di Harbolnas

PT Inalum Investasikan Dana US$ 60 Juta - Kembangkan Pelabuhan

BATA Bagikan Dividen Rp 15,69 Per Saham

Sharp Beri Pelatihan Teknisi Ke SMKN I Blitar - Tingkatkan Kompetensi SDM Handal

Sumber: Google News | Berita 24 Mal ut

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Terkini,5,
ltr
item
Berita 24 Maluku Utara: Memastikan Keamanan Ketersediaan Pangan Akhir Tahun
Memastikan Keamanan Ketersediaan Pangan Akhir Tahun
http://www.neraca.co.id/securecms/gallery/201712/6855_thumb.jpg
Berita 24 Maluku Utara
http://www.malut.berita24.com/2017/12/memastikan-keamanan-ketersediaan-pangan.html
http://www.malut.berita24.com/
http://www.malut.berita24.com/
http://www.malut.berita24.com/2017/12/memastikan-keamanan-ketersediaan-pangan.html
true
2448888753501371967
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy